Rabu, 03 Juni 2026 12:47 WIB
Blog Materi Pembelajaran
Beranda / Sistem Digital / Sistem Bilangan: Desimal, Biner, Oktal, Heksadesimal, dan Konversi Bil...
Sistem Digital

Sistem Bilangan: Desimal, Biner, Oktal, Heksadesimal, dan Konversi Bilangan

Sistem bilangan adalah cara merepresentasikan angka berdasarkan basis tertentu, seperti desimal berbasis 10, biner berbasis 2, oktal berbasis 8, dan heksadesimal berbasis 16.

1. Konsep Dasar Sistem Bilangan

1.1 Pengertian Sistem Bilangan

Sistem bilangan adalah cara untuk merepresentasikan angka menggunakan simbol tertentu dan aturan nilai tempat. Dalam kehidupan sehari-hari, manusia paling sering menggunakan sistem bilangan desimal. Namun, komputer tidak bekerja dengan desimal secara langsung. Komputer menggunakan sistem biner karena perangkat digital lebih mudah membedakan dua keadaan, yaitu 0 dan 1.


1.2 Basis Bilangan

Basis bilangan menunjukkan jumlah simbol yang digunakan dalam suatu sistem bilangan.

Sistem Bilangan

Basis

Simbol yang Digunakan

Desimal

10

0, 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9

Biner

2

0, 1

Oktal

8

0, 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7

Heksadesimal

16

0, 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9, A, B, C, D, E, F


Dalam sistem digital, sistem bilangan biner menjadi dasar utama. Sistem oktal dan heksadesimal digunakan untuk mempersingkat penulisan bilangan biner yang panjang.


2. Sistem Bilangan Desimal

2.1 Pengertian Desimal
Sistem bilangan desimal adalah sistem bilangan berbasis 10. Sistem ini menggunakan 10 simbol, yaitu 0 sampai 9. Contoh bilangan desimal:


34510345_{10}

Angka kecil 10 menunjukkan bahwa bilangan tersebut berbasis 10.

2.2 Nilai Tempat pada Desimal

Setiap digit pada bilangan desimal memiliki nilai tempat berdasarkan pangkat 10, Contoh:

Dapat diuraikan menjadi:

Jadi:


3. Sistem Bilangan Biner

3.1 Pengertian Biner

Sistem bilangan biner adalah sistem bilangan berbasis 2. Sistem ini hanya menggunakan dua simbol, yaitu 0 dan 1.

Contoh bilangan biner:

Bilangan biner sangat penting dalam sistem digital karena komputer menyimpan dan memproses data dalam bentuk 0 dan 1.

3.2 Nilai Tempat pada Biner

Nilai tempat pada bilangan biner menggunakan pangkat 2.

Contoh:

Uraikan berdasarkan nilai tempat:

Digit Biner

Pangkat 2

Nilai

1

8

0

0

1

2

1

1


Maka:


4. Sistem Bilangan Oktal

4.1 Pengertian Oktal

Sistem bilangan oktal adalah sistem bilangan berbasis 8. Sistem ini menggunakan simbol 0 sampai 7. Contoh bilangan oktal:

Sistem oktal digunakan untuk mempersingkat penulisan bilangan biner. Satu digit oktal mewakili tiga bit biner.

4.2 Nilai Tempat pada Oktal

Nilai tempat pada bilangan oktal menggunakan pangkat 8.

Contoh:

Uraikan:

5. Sistem Bilangan Heksadesimal

5.1 Pengertian Heksadesimal

Sistem bilangan heksadesimal adalah sistem bilangan berbasis 16. Sistem ini menggunakan simbol 0 sampai 9 dan huruf A sampai F.

Simbol HeksadesimalNilai Desimal
A10
B11
C12
D13
E14
F15


Contoh bilangan heksadesimal:

2F162F_{16}

Sistem heksadesimal banyak digunakan dalam pemrograman, alamat memori, kode warna, arsitektur komputer, dan sistem embedded.

5.2 Nilai Tempat pada Heksadesimal
Nilai tempat pada bilangan heksadesimal menggunakan pangkat 16. Contoh:

2𝐹16

Karena F bernilai 15, maka:

2𝐹16=2×161+𝐹×160
2𝐹16=2×16+15×1
2𝐹16=32+15
2𝐹16=4710

6. Konversi Antar Sistem Bilangan
Konversi bilangan berarti mengubah bilangan dari satu basis ke basis lain. Konversi yang penting dipahami:

  1. Desimal ke biner
  2. Biner ke desimal
  3. Desimal ke oktal
  4. Oktal ke desimal
  5. Desimal ke heksadesimal
  6. Heksadesimal ke desimal
  7. Biner ke oktal
  8. Oktal ke biner
  9. Biner ke heksadesimal
  10. Heksadesimal ke biner

7. Konversi Desimal ke Biner
7.1 Prinsip
Untuk mengubah desimal ke biner, gunakan pembagian berulang dengan 2. Sisa pembagian ditulis dari bawah ke atas.

7.2 Contoh 1

Konversi 2510 ke biner

Langkah 1: Bagi bilangan dengan 2 sampai hasil bagi menjadi 0.

PembagianHasil BagiSisa
25 ÷ 2121
12 ÷ 260
6 ÷ 230
3 ÷ 211
1 ÷ 201


Langkah 2: Tulis sisa dari bawah ke atas.

110012

Jadi:

2510=110012

8. Konversi Biner ke Desimal
8.1 Prinsip
Untuk mengubah biner ke desimal, kalikan setiap digit biner dengan nilai tempat berbasis 2.

8.2 Contoh 2

Konversi 110012 ke desimal

DigitPangkat 2PerhitunganNilai
1241 x 1616
1231 x 88
0220 x 40
0210 x 20
1201 x 11

Jumlahkan:

16+8+0+0+1=25

Jadi:

110012=2510

9. Konversi Desimal ke Oktal
9.1 Prinsip

Untuk mengubah desimal ke oktal, gunakan pembagian berulang dengan 8. Sisa pembagian ditulis dari bawah ke atas.

9.2 Contoh 3

Konversi 12510 ke oktal

PembagianHasil BagiSisa
125 ÷ 8155
15 ÷ 817
1 ÷ 801


Tulis sisa dari bawah ke atas:

1758

Jadi:

12510=1758

10. Konversi Oktal ke Desimal
10.1 Prinsip
Untuk mengubah oktal ke desimal, kalikan setiap digit oktal dengan nilai tempat berbasis 8.

10.2 Contoh 4

Konversi 1758 ke desimal

DigitPangkat 8PerhitunganNilai
1821 x 6464
7817 x 856
5805 x 15


Jumlahkan:

64+56+5=125

Jadi:

1758=12510

11. Konversi Desimal ke Heksadesimal
11.1 Prinsip
Untuk mengubah desimal ke heksadesimal, gunakan pembagian berulang dengan 16. Sisa pembagian ditulis dari bawah ke atas.

Jika sisa bernilai 10 sampai 15, ubah menjadi A sampai F.

Nilai DesimalSimbol Heksadesimal
10A
11B
12C
13D
14E
15F

11.2 Contoh 5

Konversi 12510 ke heksadesimal

PembagianHasil BagiSisa
125 ÷ 16713
7 ÷ 1607


Sisa 13 sama dengan D.

Tulis sisa dari bawah ke atas:

7𝐷16

Jadi:

12510=7𝐷16

12. Konversi Heksadesimal ke Desimal
12.1 Prinsip
Untuk mengubah heksadesimal ke desimal, kalikan setiap digit heksadesimal dengan nilai tempat berbasis 16.

12.2 Contoh 6

Konversi 7𝐷16 ke desimal

Diketahui:

𝐷=13

Maka:

DigitPangkat 16PerhitunganNilai
71617 x 16112
D16013 x 113

Jumlahkan:

112+13=125

Jadi:

7𝐷16=12510

13. Konversi Biner ke Oktal
13.1 Prinsip

Satu digit oktal sama dengan tiga bit biner.

OktalBiner
0000
1001
2010
3011
4100
5101
6110
7111

Langkah konversi biner ke oktal:

  1. Kelompokkan bilangan biner dari kanan ke kiri.
  2. Setiap kelompok berisi 3 bit.
  3. Tambahkan nol di kiri jika kelompok terakhir belum lengkap.
  4. Ubah setiap kelompok 3 bit menjadi satu digit oktal.

13.2 Contoh 7

Konversi 1101012ke oktal

Langkah 1: Kelompokkan 3 bit dari kanan.

110 101

Langkah 2: Ubah setiap kelompok ke oktal.

Kelompok BinerNilai Oktal
1106
1015

Jadi:

1101012=658

13.3 Contoh 8

Konversi 101112 ke oktal

Langkah 1: Kelompokkan dari kanan.

10 111

Kelompok pertama belum lengkap. Tambahkan nol di kiri.

010 111


Langkah 2: Ubah setiap kelompok ke oktal.

Kelompok BinerNilai Oktal
0102
1117

Jadi:

101112=278

14. Konversi Oktal ke Biner
14.1 Prinsip

Setiap satu digit oktal diubah menjadi tiga bit biner.

14.2 Contoh 9

Konversi 658 ke biner

Digit OktalBiner 3 Bit
6110
5101

Gabungkan:

658=1101012

15. Konversi Biner ke Heksadesimal
15.1 Prinsip

Satu digit heksadesimal sama dengan empat bit biner.

HeksadesimalBiner
00000
10001
20010
30011
40100
50101
60110
70111
81000
91001
A1010
B1011
C1100
D1101
E1110
F1111


Langkah konversi biner ke heksadesimal:

  1. Kelompokkan bilangan biner dari kanan ke kiri.
  2. Setiap kelompok berisi 4 bit.
  3. Tambahkan nol di kiri jika kelompok belum lengkap.
  4. Ubah setiap kelompok 4 bit menjadi satu digit heksadesimal.

15.2 Contoh 10

Konversi 1101012 ke heksadesimal

Langkah 1: Kelompokkan 4 bit dari kanan.

11 0101

Kelompok kiri belum lengkap. Tambahkan nol di kiri.

0011 0101

Langkah 2: Ubah setiap kelompok ke heksadesimal.

Kelompok BinerNilai Heksadesimal
00113
01015


Jadi:

1101012=3516

16. Konversi Heksadesimal ke Biner
16.1 Prinsip

Setiap satu digit heksadesimal diubah menjadi empat bit biner.

16.2 Contoh 11

Konversi 7𝐷16 ke biner

Digit HeksadesimalBiner 4 Bit
70111
D1101

Gabungkan:

7𝐷16=011111012

Nol di depan dapat dihilangkan jika tidak diperlukan:

7𝐷16=11111012

17. Tabel Ringkas Konversi Penting
17.1 Tabel Biner, Oktal, Desimal, dan Heksadesimal

DesimalBinerOktalHeksadesimal
0000000
1000111
2001022
3001133
4010044
5010155
6011066
7011177
81000108
91001119
10101012A
11101113B
12110014C
13110115D
14111016E
15111117F

18. Penerapan Sistem Bilangan dalam Sistem Komputer
18.1 Biner dalam Komputer

Komputer menggunakan biner untuk merepresentasikan:

  1. Data
  2. Instruksi
  3. Alamat memori
  4. Warna
  5. Suara
  6. Gambar
  7. Video
  8. Status perangkat

Contoh:

010000012

Dalam kode ASCII, pola biner tersebut mewakili huruf A.

18.2 Heksadesimal dalam Pemrograman

Heksadesimal sering digunakan karena lebih ringkas daripada biner.

Contoh:

111111112=𝐹𝐹16

Dalam kode warna HTML:

#𝐹𝐹0000

Artinya warna merah penuh.

Rinciannya:

Komponen WarnaNilai HexMakna
RedFFMaksimum
Green00Minimum
Blue00Minimum


18.3 Oktal dalam Sistem Komputer

Oktal lebih jarang digunakan dibanding heksadesimal. Namun, oktal pernah banyak digunakan dalam sistem komputer lama dan masih muncul dalam beberapa konteks, misalnya permission file pada sistem Unix atau Linux.

Contoh:

7558

Dalam permission Linux, angka tersebut menggambarkan hak akses file.

20. Latihan Soal

A. Konversi ke Desimal

  1. Ubah 10102 ke desimal.
  2. Ubah 111012 ke desimal.
  3. Ubah 738 ke desimal.
  4. Ubah 2𝐴16 ke desimal.
  5. Ubah 𝐹𝐹16 ke desimal.

B. Konversi dari Desimal

  1. Ubah 1810 ke biner.
  2. Ubah 4510 ke biner.
  3. Ubah 10010 ke oktal.
  4. Ubah 20010 ke heksadesimal.
  5. Ubah 25510 ke heksadesimal.

C. Konversi Biner, Oktal, dan Heksadesimal

  1. Ubah 1101102 ke oktal.
  2. Ubah 101101112 ke heksadesimal.
  3. Ubah 768 ke biner.
  4. Ubah 3𝐹16 ke biner.
  5. Ubah 111100002 ke heksadesimal.


Tugas 1

Konversikan bilangan berikut:

NoBilanganKonversi yang Diminta
13710Ke biner
26410Ke biner
3110112Ke desimal
41010102Ke oktal
5111111112Ke heksadesimal
612710Ke heksadesimal
73458Ke desimal
84𝐵16Ke desimal
9738Ke biner
10𝐴516Ke biner

Tugas 2

Jawab pertanyaan berikut secara singkat:

  1. Mengapa komputer menggunakan bilangan biner?
  2. Mengapa heksadesimal sering digunakan untuk menulis alamat memori?
  3. Apa perbedaan utama antara oktal dan heksadesimal?
  4. Mengapa pengelompokan biner ke oktal menggunakan 3 bit?
  5. Mengapa pengelompokan biner ke heksadesimal menggunakan 4 bit?

Komentar Pembaca

0 komentar

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan komentar pada artikel ini.

Tulis Komentar

Gunakan bahasa yang sopan dan relevan dengan isi artikel.

Komentar akan ditinjau terlebih dahulu sebelum ditampilkan.