Jumat, 17 April 2026 17:46 WIB
Blog Materi Pembelajaran
Beranda / Sistem Digital / Sistem Bilangan
Sistem Digital

Sistem Bilangan

Sistem bilangan adalah cara untuk menyatakan suatu nilai dengan menggunakan simbol tertentu berdasarkan aturan dan basis tertentu.

Dalam kehidupan sehari-hari, manusia umumnya menggunakan sistem bilangan desimal dengan basis 10. Namun, pada sistem digital, perangkat elektronik bekerja menggunakan dua keadaan logika, yaitu:

  • 0 = OFF
  • 1 = ON

Karena itu, sistem digital menggunakan sistem bilangan biner sebagai dasar operasinya.

Jenis-Jenis Sistem Bilangan

A. Sistem Bilangan Desimal

Sistem bilangan desimal memiliki basis 10.

Simbol yang digunakan:
0, 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9

Contoh:
375₁₀

Artinya:

  • 3 × 10² = 300
  • 7 × 10¹ = 70
  • 5 × 10⁰ = 5

Jadi:
375₁₀ = 300 + 70 + 5


B. Sistem Bilangan Biner

Sistem bilangan biner memiliki basis 2.

Simbol yang digunakan:
0 dan 1

Contoh:
1011₂

Artinya:

  • 1 × 2³ = 8
  • 0 × 2² = 0
  • 1 × 2¹ = 2
  • 1 × 2⁰ = 1

Jadi:
1011₂ = 8 + 0 + 2 + 1 = 11₁₀

Sistem biner sangat penting karena rangkaian digital hanya mengenal dua kondisi logika.

Sistem Bilangan Oktal

Sistem bilangan oktal memiliki basis 8.

Simbol yang digunakan:
0, 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7

Contoh:
157₈

Artinya:

  • 1 × 8² = 64
  • 5 × 8¹ = 40
  • 7 × 8⁰ = 7

Jadi:
157₈ = 64 + 40 + 7 = 111₁₀

Sistem Bilangan Heksadesimal

Sistem bilangan heksadesimal memiliki basis 16.

Simbol yang digunakan:
0, 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9, A, B, C, D, E, F

Keterangan:

  • A = 10
  • B = 11
  • C = 12
  • D = 13
  • E = 14
  • F = 15

Contoh:
2F₁₆

Artinya:

  • 2 × 16¹ = 32
  • F × 16⁰ = 15

Jadi:
2F₁₆ = 32 + 15 = 47₁₀

Heksadesimal sering digunakan untuk mempersingkat penulisan bilangan biner yang panjang.

Komentar Pembaca

0 komentar

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan komentar pada artikel ini.

Tulis Komentar

Gunakan bahasa yang sopan dan relevan dengan isi artikel.

Komentar akan ditinjau terlebih dahulu sebelum ditampilkan.