Rabu, 03 Juni 2026 12:43 WIB
Blog Materi Pembelajaran
Beranda / Sistem Digital / Aritmetika Biner
Sistem Digital

Aritmetika Biner

Aritmetika biner adalah proses perhitungan menggunakan sistem bilangan basis 2 yang hanya terdiri dari angka 0 dan 1, meliputi operasi penjumlahan, pengurangan, perkalian, dan pembagian. Materi ini penting dalam dasar komputer dan logika digital karena semua proses perhitungan di dalam sistem komputer direpresentasikan dan diproses dalam bentuk biner.

1. Pengantar Aritmetika Biner

Aritmetika biner adalah operasi matematika yang menggunakan bilangan berbasis 2. Bilangan biner hanya memiliki dua digit, yaitu 0 dan 1. Komputer menggunakan aritmetika biner karena rangkaian digital bekerja dengan dua keadaan listrik:

Keadaan DigitalNilai BinerKondisi Elektronik
Low0Tegangan rendah
High1Tegangan tinggi

Dalam komputer, operasi seperti penjumlahan, pengurangan, perkalian, pembagian, perbandingan, alamat memori, dan pemrosesan instruksi dilakukan melalui operasi biner. Bagian CPU yang menangani operasi aritmetika dan logika disebut ALU, yaitu Arithmetic Logic Unit.

2. Konsep Dasar Aritmetika Biner
Aritmetika biner mirip dengan aritmetika desimal. Perbedaannya terletak pada basis bilangan. Pada desimal, setelah angka 9, sistem menghasilkan carry ke posisi berikutnya.

Contoh:

9+1=109 + 1 = 10

Pada biner, setelah angka 1, sistem menghasilkan carry ke posisi berikutnya.

Contoh:

1+1=1021 + 1 = 10_2

Artinya:

12+12=1021_2 + 1_2 = 10_2

Dalam bentuk desimal:

1+1=21 + 1 = 2

3. Penjumlahan Biner
3.1 Aturan Dasar Penjumlahan Biner
Penjumlahan biner menggunakan aturan berikut:

ABHasilCarry
0000
0110
1010
1101

Aturan paling penting:

1+1=1021 + 1 = 10_2

Artinya hasilnya 0, lalu carry 1 dibawa ke kolom sebelah kiri.

3.2 Penjumlahan dengan Carry
Jika ada carry dari kolom sebelumnya, maka operasi dapat melibatkan tiga bit.

  1. ABCarry MasukHasilCarry Keluar
    00000
    00110
    01010
    01101
    10010
    10101
    11001
    11111


4. Contoh Penjumlahan Biner
Contoh 1

10112+011021011_2 + 0110_2

Langkah 1: Susun bilangan secara sejajar dari kanan

  1011
+ 0110
------

Langkah 2: Jumlahkan dari bit paling kanan.

Kolom 1:

1+0=11 + 0 = 1

Kolom 2:

1+1=1021 + 1 = 10_2

Tulis 0, simpan carry 1.

Kolom 3:

0+1+carry 1=1020 + 1 + carry\ 1 = 10_2

Tulis 0, simpan carry 1.

Kolom 4:

1+0+carry 1=1021 + 0 + carry\ 1 = 10_2

Tulis 0, simpan carry 1.

Carry terakhir ditulis di depan.

Hasil:

  1011
+ 0110
------
10001

Jadi:

10112+01102=1000121011_2 + 0110_2 = 10001_2

Cek desimal:

10112=11101011_2 = 11_{10} 01102=6100110_2 = 6_{10} 11+6=1711 + 6 = 17
100012=171010001_2 = 17_{10}

Jadi hasilnya benar.

Contoh 2

Hitung 11112+000121111_2 + 0001_2

  1111
+ 0001
------
10000

Penjelasan:

Kolom paling kanan:

1+1=102

Tulis 0, carry 1.

Kolom berikutnya:

1+0+1=1021 + 0 + 1 = 10_2

Tulis 0, carry 1.

Proses ini berlanjut sampai semua kolom selesai.

Jadi:

11112+00012=100002

Cek desimal:

15+1=1615 + 1 = 16
100002=1610


5. Pengurangan Biner
5.1 Aturan Dasar Pengurangan Biner

Pengurangan biner menggunakan aturan berikut:

ABHasil
000
101
110
011 dengan borrow

Aturan penting:

010 - 1

tidak dapat dilakukan langsung. Sistem harus meminjam 1 dari kolom sebelah kiri. Proses ini disebut borrow.

Dalam biner, meminjam 1 dari kolom kiri bernilai:

10210_2

Karena:

102=21010_2 = 2_{10}

Maka:

10212=1210_2 - 1_2 = 1_2

6. Contoh Pengurangan Biner dengan Borrow
Contoh 3

Hitung 10010200111210010_2 - 00111_2

Cek desimal dulu:

100102=181010010_2 = 18_{10} 001112=71000111_2 = 7_{10}

Seharusnya:

187=11

Dalam biner, 11 adalah:

010112

Sekarang kita hitung dengan pengurangan biner.

  10010
- 00111
------

Mulai dari kanan.

Kolom 1

010 - 1

Tidak bisa langsung. Pinjam dari kolom sebelah kiri.

Kolom sebelah kiri bernilai 1, maka bisa dipinjam.

10212=1210_2 - 1_2 = 1_2

Hasil kolom 1 = 1.

Kolom sebelah kiri menjadi 0 karena sudah dipinjam.

Kolom 2

Sekarang kolom 2 menjadi:

010 - 1

Tidak bisa langsung. Harus meminjam dari kolom kiri. Namun kolom kiri juga 0, maka pinjam berantai dari kolom yang lebih kiri.

Setelah borrow berantai, operasi menghasilkan:

10212=1210_2 - 1_2 = 1_2

Hasil kolom 2 = 1.

Kolom 3

Setelah proses borrow, kolom 3 menjadi:

010 - 1

Lakukan borrow dari kolom kiri. Hasilnya:

10212=12


Hasil kolom 3 = 1.

Kolom 4

Setelah dipinjam, kolom 4 menjadi:

00=0

Kolom 5

00=0

Hasil:

  10010
- 00111
------
01011

Jadi:

100102001112=01011210010_2 - 00111_2 = 01011_2


010112=111001011_2 = 11_{10}

Hasilnya benar.

7. Kelemahan Pengurangan Langsung

Pengurangan langsung dengan borrow dapat dilakukan secara manual. Namun, rangkaian digital lebih mudah dirancang untuk operasi penjumlahan.

Karena itu, komputer biasanya tidak membuat rangkaian pengurangan terpisah yang kompleks. Komputer mengubah pengurangan menjadi penjumlahan dengan menggunakan komplemen 2.

Prinsipnya:

AB=A+(B)A - B = A + (-B)

Dalam sistem biner, nilai B-B biasanya direpresentasikan dengan komplemen 2.

8. Komplemen 1
8.1 Pengertian Komplemen 1

Komplemen 1 dari bilangan biner diperoleh dengan membalik setiap bit.

Aturannya:

Bit AsliKomplemen 1
01
10

Jadi, semua 0 menjadi 1, dan semua 1 menjadi 0.

8.2 Contoh Komplemen 1

Tentukan komplemen 1 dari:

10110010210110010_2

Balik setiap bit:

Bit Asli10110010
Komplemen 101001101

Maka:

Komplemen 1 dari 101100102=010011012Komplemen\ 1\ dari\ 10110010_2 = 01001101_2


8.3 Kelemahan Komplemen 1

Komplemen 1 memiliki dua representasi nol:

+0=00000000


0=11111111-0 = 11111111

Ini membuat desain sistem menjadi kurang efisien. Karena itu, komputer modern lebih banyak menggunakan komplemen 2.

9. Komplemen 2
9.1 Pengertian Komplemen 2

Komplemen 2 adalah cara utama komputer merepresentasikan bilangan negatif.

Langkah membuat komplemen 2:

  1. Tulis bilangan biner dengan jumlah bit tertentu.
  2. Balik semua bit untuk memperoleh komplemen 1.
  3. Tambahkan 1 pada hasil komplemen 1.

Rumus sederhana:

Komplemen 2=Komplemen 1+1Komplemen\ 2 = Komplemen\ 1 + 1

9.2 Contoh Komplemen 2

Tentukan komplemen 2 dari:

00000101200000101_2

Bilangan ini adalah 5 dalam 8 bit.

Langkah 1: Tulis bilangan asli.

0000010100000101

Langkah 2: Balik semua bit.

1111101011111010

Langkah 3: Tambahkan 1.

  11111010
+ 00000001
----------
11111011

Jadi:

Komplemen 2 dari 000001012=111110112Komplemen\ 2\ dari\ 00000101_2 = 11111011_2

Dalam sistem 8 bit komplemen 2:

111110112=51011111011_2 = -5_{10}

10. Pengurangan Biner dengan Komplemen 2

10.1 Prinsip

Untuk menghitung:

ABA - B

gunakan langkah berikut:

  1. Tulis A dan B dalam jumlah bit yang sama.
  2. Cari komplemen 2 dari B.
  3. Jumlahkan A dengan komplemen 2 dari B.
  4. Jika ada carry keluar paling kiri, buang carry tersebut.
  5. Jika tidak ada carry keluar, hasilnya negatif dalam bentuk komplemen 2.

Contoh 4

Hitung 131051013_{10} - 5_{10}dengan komplemen 2 8 bit

Langkah 1: Ubah ke biner 8 bit.

1310=00001101213_{10} = 00001101_2


510=000001012

Langkah 2: Cari komplemen 2 dari 5.

Bilangan asli:

0000010100000101

Komplemen 1:

1111101011111010

Tambah 1:

  11111010
+ 00000001
----------
11111011

Jadi:

5=111110112-5 = 11111011_2

Langkah 3: Tambahkan 13 dengan komplemen 2 dari 5.

  00001101
+ 11111011
----------
1 00001000

Ada carry keluar paling kiri, yaitu 1. Carry tersebut dibuang.

Hasil:

00001000200001000_2


000010002=810

Jadi:

135=813 - 5 = 8

Contoh 5

Hitung 51013105_{10} - 13_{10} dengan komplemen 2 8 bit

Langkah 1: Ubah ke biner 8 bit.

510=0000010125_{10} = 00000101_2


1310=00001101213_{10} = 00001101_2

Langkah 2: Cari komplemen 2 dari 13.

Bilangan asli:

0000110100001101

Komplemen 1:

1111001011110010

Tambah 1:

  11110010
+ 00000001
----------
11110011

Jadi:

13=111100112

Langkah 3: Tambahkan 5 dengan komplemen 2 dari 13.

  00000101
+ 11110011
----------
11111000

Tidak ada carry keluar yang dibuang. Bit paling kiri bernilai 1, maka hasilnya negatif.

Langkah 4: Tentukan nilai negatifnya.

Hasil:

11111000211111000_2

Cari komplemen 2 untuk mengetahui besar nilainya.

Balik bit:

0000011100000111

Tambah 1:

  00000111
+ 00000001
----------
00001000

000010002=81000001000_2 = 8_{10}

Karena hasil awal bertanda negatif, maka:

111110002=81011111000_2 = -8_{10}

Jadi:

513=85 - 13 = -8

11. Representasi Bilangan Bertanda

Dalam sistem digital, bilangan dapat direpresentasikan sebagai:

  1. Unsigned integer
  2. Signed magnitude
  3. Komplemen 1
  4. Komplemen 2

11.1 Unsigned Integer

Unsigned integer hanya menyatakan bilangan positif dan nol.

Untuk n bit, rentangnya:

0 sampai 2n10 \ sampai\ 2^n - 1

Contoh 8 bit:

0 sampai 2810 \ sampai\ 2^8 - 1


0 sampai 2550 \ sampai\ 255

Jadi, unsigned 8 bit memiliki rentang:

0 sampai 2550 \ sampai\ 255

Contoh:

111111112=2551011111111_2 = 255_{10}

11.2 Signed Magnitude

Signed magnitude menggunakan bit paling kiri sebagai bit tanda.

Bit TandaMakna
0Positif
1Negatif

Bit sisanya menyatakan besar nilai.

Contoh 8 bit:

00011001200011001_2

Bit paling kiri = 0, berarti positif.

Nilai sisanya:

00110012=25100011001_2 = 25_{10}

Jadi:

000110012=+2500011001_2 = +25

Contoh negatif:

10011001210011001_2

Bit paling kiri = 1, berarti negatif.
Nilai sisanya:

00110012=25100011001_2 = 25_{10}

Jadi:

100110012=2510011001_2 = -25

Kelemahan signed magnitude adalah memiliki dua nol:

+0=00000000+0 = 00000000


0=10000000-0 = 10000000

11.3 Komplemen 1 untuk Bilangan Bertanda

Pada komplemen 1:

  1. Bilangan positif ditulis seperti biasa.
  2. Bilangan negatif diperoleh dengan membalik semua bit dari bilangan positifnya.

Contoh 8 bit:

+25=00011001+25 = 00011001

Maka:

25=11100110-25 = 11100110

Karena diperoleh dengan membalik semua bit.

Kelemahan komplemen 1 juga memiliki dua nol:

+0=00000000+0 = 00000000


0=11111111-0 = 11111111

11.4 Komplemen 2 untuk Bilangan Bertanda

Pada komplemen 2:

  1. Bilangan positif ditulis seperti biasa.
  2. Bilangan negatif diperoleh dengan membalik semua bit, lalu menambahkan 1.

Contoh 8 bit:

+25=00011001+25 = 00011001

Komplemen 1:

1110011011100110

Tambah 1:

  11100110
+ 00000001
----------
11100111

Jadi:

25=11100111-25 = 11100111

Komplemen 2 tidak memiliki dua nol. Karena itu, komplemen 2 lebih efisien dan lebih banyak digunakan dalam komputer modern.

12. Rentang Nilai Bilangan Bertanda
12.1 Rentang Unsigned

Untuk n bit:

0 sampai 2n10 \ sampai\ 2^n - 1

Contoh 8 bit:

0 sampai 2550 \ sampai\ 255

12.2 Rentang Signed Magnitude

Untuk n bit:

(2n11) sampai +(2n11)-(2^{n-1}-1) \ sampai\ +(2^{n-1}-1)

Contoh 8 bit:

(271) sampai +(271)-(2^7 - 1) \ sampai\ +(2^7 - 1)
127 sampai +127-127 \ sampai\ +127

12.3 Rentang Komplemen 1

Untuk n bit:

(2n11) sampai +(2n11)-(2^{n-1}-1) \ sampai\ +(2^{n-1}-1)

Contoh 8 bit:

127 sampai +127-127 \ sampai\ +127

Namun, komplemen 1 memiliki dua representasi nol.

12.4 Rentang Komplemen 2

Untuk n bit:

2n1 sampai 2n11-2^{n-1} \ sampai\ 2^{n-1}-1

Contoh 8 bit:

27 sampai 271-2^7 \ sampai\ 2^7 - 1
128 sampai +127-128 \ sampai\ +127

Inilah alasan komplemen 2 lebih efisien. Ia memiliki satu nilai negatif tambahan dan hanya satu representasi nol.

13. Tabel Perbandingan Representasi 8 Bit

NilaiSigned MagnitudeKomplemen 1Komplemen 2
+5000001010000010100000101
-5100001011111101011111011
+0000000000000000000000000
-01000000011111111Tidak ada

14. Penjumlahan Bilangan Bertanda dengan Komplemen 2
Contoh 6

Hitung +25+(10)+25 + (-10) dengan komplemen 2 8 bit

Langkah 1: Tulis +25 dalam biner 8 bit.

2510=00011001225_{10} = 00011001_2

Langkah 2: Tulis -10 dalam komplemen 2.

1010=00001010210_{10} = 00001010_2

Komplemen 1:

1111010111110101

Tambah 1:

  11110101
+ 00000001
----------
11110110

Jadi:

10=111101102-10 = 11110110_2

Langkah 3: Jumlahkan.

  00011001
+ 11110110
----------
1 00001111

Carry keluar dibuang.

Hasil:

000011112=151000001111_2 = 15_{10}

Jadi:

25+(10)=1525 + (-10) = 15

Contoh 7

Hitung 18+(9)-18 + (-9) dengan komplemen 2 8 bit

Langkah 1: Tulis -18 dalam komplemen 2.

1810=00010010218_{10} = 00010010_2

Komplemen 1:

1110110111101101

Tambah 1:

  11101101
+ 00000001
----------
11101110

Jadi:

18=111011102-18 = 11101110_2

Langkah 2: Tulis -9 dalam komplemen 2.

910=0000100129_{10} = 00001001_2

Komplemen 1:

1111011011110110

Tambah 1:

  11110110
+ 00000001
----------
11110111

Jadi:

9=111101112-9 = 11110111_2

Langkah 3: Jumlahkan.

  11101110
+ 11110111
----------
1 11100101

Carry keluar dibuang.

Hasil:

11100101211100101_2

Karena bit paling kiri 1, hasilnya negatif.

Cari besar nilainya dengan komplemen 2:

Balik bit:

0001101000011010

Tambah 1:

  00011010
+ 00000001
----------
00011011

000110112=271000011011_2 = 27_{10}

Maka:

111001012=271011100101_2 = -27_{10}

Jadi:

18+(9)=27-18 + (-9) = -27

15. Overflow pada Bilangan Bertanda

Overflow terjadi ketika hasil operasi melebihi rentang nilai yang dapat ditampung oleh jumlah bit tertentu. Untuk komplemen 2 8 bit, rentangnya adalah:

128 sampai +127-128 \ sampai\ +127

Jika hasil operasi berada di luar rentang ini, maka terjadi overflow.

15.1 Aturan Deteksi Overflow

Pada penjumlahan komplemen 2:

  1. Jika dua bilangan positif dijumlahkan dan hasilnya negatif, terjadi overflow.
  2. Jika dua bilangan negatif dijumlahkan dan hasilnya positif, terjadi overflow.
  3. Jika bilangan berbeda tanda dijumlahkan, overflow tidak terjadi.

Contoh 8

Overflow pada 127+1127 + 1 dalam 8 bit

12710=011111112127_{10} = 01111111_2


110=0000000121_{10} = 00000001_2

Jumlahkan:

  01111111
+ 00000001
----------
10000000

Dalam komplemen 2 8 bit:

100000002=1281010000000_2 = -128_{10}

Padahal secara desimal:

127+1=128127 + 1 = 128

Nilai 128 tidak dapat direpresentasikan dalam komplemen 2 8 bit karena batas maksimalnya hanya +127.

Jadi, operasi ini mengalami overflow.

16. Penerapan Aritmetika Biner dalam Sistem Komputer
16.1 ALU

ALU menggunakan rangkaian digital untuk melakukan:

  1. Penjumlahan
  2. Pengurangan
  3. Operasi AND
  4. Operasi OR
  5. Operasi XOR
  6. Perbandingan data
  7. Operasi shifting

Dalam ALU, pengurangan biasanya dilakukan dengan prinsip:

AB=A+komplemen 2 dari BA - B = A + komplemen\ 2\ dari\ B

16.2 Register

Register menyimpan data biner sementara di dalam CPU.

Contoh:

Sebuah register 8 bit dapat menyimpan:

00000000 sampai 1111111100000000 \ sampai\ 11111111

Jika digunakan sebagai unsigned integer, rentangnya 0 sampai 255.
Jika digunakan sebagai signed integer komplemen 2, rentangnya -128 sampai +127.

16.3 Memori

Memori menyimpan data dalam bentuk bit. Setiap alamat memori berisi pola biner.

Contoh:

1111101111111011

Pola ini dapat berarti:

InterpretasiNilai
Unsigned251
Signed komplemen 2-5
Kode dataBergantung pada konteks

Artinya, pola biner yang sama dapat memiliki arti berbeda tergantung cara sistem membacanya.

16.4 Teknik Elektro dan Mikrokontroler

Dalam mikrokontroler, aritmetika biner digunakan untuk:

  1. Membaca nilai sensor.
  2. Mengolah data ADC.
  3. Mengatur port input dan output.
  4. Mengatur timer dan counter.
  5. Mengendalikan motor.
  6. Mengolah sinyal digital.
  7. Mengatur komunikasi data.

Contoh:

Jika sensor menghasilkan data 8 bit:

00010100200010100_2

Maka nilainya:

201020_{10}

Mikrokontroler dapat menggunakan nilai tersebut untuk mengaktifkan kipas, alarm, motor, atau perangkat kendali lain.

17. Kesalahan Umum Mahasiswa

  1. Menjumlahkan biner seperti desimal.
    Dalam biner, 1+1=1021 + 1 = 10_2, bukan 2.
  2. Lupa membawa carry ke kolom berikutnya.
  3. Salah melakukan borrow pada pengurangan biner.
  4. Menganggap semua bilangan dengan bit paling kiri 1 pasti besar dan positif.
    Dalam komplemen 2, bit paling kiri 1 menandakan bilangan negatif.
  5. Lupa menentukan jumlah bit sebelum membuat komplemen 2.
    Contoh: -5 dalam 4 bit berbeda dengan -5 dalam 8 bit.
  6. Tidak membuang carry keluar pada operasi komplemen 2 ketika memang ada carry keluar.
  7. Mengabaikan overflow pada bilangan bertanda.

18. Latihan Soal
A. Penjumlahan Biner

  1. Hitung 10102+010121010_2 + 0101_2.
  2. Hitung 11102+001121110_2 + 0011_2.
  3. Hitung 1011012+0110112101101_2 + 011011_2.

B. Pengurangan Biner Langsung

  1. Hitung 10102001121010_2 - 0011_2.
  2. Hitung 10000200101210000_2 - 00101_2.

C. Komplemen 1 dan Komplemen 2

  1. Tentukan komplemen 1 dari 10101010210101010_2.
  2. Tentukan komplemen 2 dari 00001100200001100_2.
  3. Tentukan representasi -12 dalam komplemen 2 8 bit.

D. Pengurangan dengan Komplemen 2

  1. Hitung 201071020_{10} - 7_{10} menggunakan komplemen 2 8 bit.
  2. Hitung 91015109_{10} - 15_{10} menggunakan komplemen 2 8 bit.

E. Bilangan Bertanda dan Overflow

  1. Berapa rentang nilai unsigned 8 bit?
  2. Berapa rentang nilai signed komplemen 2 8 bit?
  3. Apakah 10010+4010100_{10} + 40_{10} dalam komplemen 2 8 bit mengalami overflow? Jelaskan.
  4. Apa nilai desimal dari 11111100211111100_2 jika dibaca sebagai komplemen 2 8 bit?
  5. Apa perbedaan utama signed magnitude dan komplemen 2?

Tugas 2

Buat tabel representasi 8 bit untuk bilangan berikut:

Nilai DesimalUnsignedSigned MagnitudeKomplemen 1Komplemen 2
+7
-7
+15
-15


Tugas 3

Jawab singkat:

  1. Mengapa komputer menggunakan komplemen 2 untuk bilangan negatif?
  2. Mengapa overflow perlu dideteksi dalam operasi aritmetika biner?
  3. Apa perbedaan carry dan overflow?
  4. Mengapa jumlah bit harus ditentukan sebelum menghitung komplemen 2?

Komentar Pembaca

0 komentar

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan komentar pada artikel ini.

Tulis Komentar

Gunakan bahasa yang sopan dan relevan dengan isi artikel.

Komentar akan ditinjau terlebih dahulu sebelum ditampilkan.